Mungkin saya terlalu jauh mengambil pemahaman tentang apa yang Kip tulis di SINI. Tapi kalau akhirnya kamu menemukan postingan INI, seharusnya semuanya menjadi jelas.
Saya tidak terlalu ingin semuanya menjadi sempurna atau selalu menuju ke arah yang sama, tapi kalau kesalahpahamannya bertahan, betapa menyedihkannya euphoria palsu kaskusers ini. Tapi kamu memang selalu bisa menambahkan spasi atau hyphen, setelah itu menjelaskan kalau yang kamu maksud bukan ini atau itu. Untuk saya, terlalu melelahkan dan buang-buang waktu. Kamu seperti mencoba memberi edukasi kepada orang purba. Padahal kalau tanpa spasi, saya dan kamu tahu kalau kita memiliki interest dan arah pembicaraan yang sama.
Lalu ada yang berargumen tentang sejarah terminologi ini: ya ya ya.
.
Jarvis Cocker - Something Changed
Sunday, May 15, 2016
Friday, February 26, 2016
you're oh so boring
HeyHo! Records tutup. Begitu melegakan untuk dengar kabarnya karena seharusnya kamu tahu kalau ini semua tidak berjalan ke mana-mana. Ketika band favorit kamu mulai mendapat spotlight dan tiba-tiba berharap lebih di social media mereka. Ketika local popkids menjadi kaskus dengan apa-yang-harus-saya-dengarkan-lakukan-dan-share-untuk-menjadi-pop. Ketika saya orang yang payah, tapi scene bahkan membuat saya merasa lebih buruk lagi. Dan ketika pop adalah indie.
Saya tahu kudos soal shares/the wells/sex sux atau she/run in sun selalu membuat saya seperti orang tua yang tolol, tapi Peter harus mulai memikirkan Damascus daripada mengurusi Anoa yang semakin payah dengan merilis silverglaze.
Seharusnya ini semua selalu adalah soal bersenang-senang dalam bentuk dan cara kamu sendiri. Tapi masalahnya adalah kamu tidak menyenangkan.
Oh, dan jangan tonton tamanbuayabeatclub.
.
The Just Joans - What do we do now?
Saya tahu kudos soal shares/the wells/sex sux atau she/run in sun selalu membuat saya seperti orang tua yang tolol, tapi Peter harus mulai memikirkan Damascus daripada mengurusi Anoa yang semakin payah dengan merilis silverglaze.
Seharusnya ini semua selalu adalah soal bersenang-senang dalam bentuk dan cara kamu sendiri. Tapi masalahnya adalah kamu tidak menyenangkan.
Oh, dan jangan tonton tamanbuayabeatclub.
.
The Just Joans - What do we do now?
Posted by
tiok
2 comments:
Monday, October 26, 2015
punks
Sepertinya, seharusnya kamu dan saya tahu kalau indiepop itu lebih punk dari punk itu sendiri. Dan bahkan saya tidak membicarakan street punks di aceh atau semua kolektif sablon dengan ukulele. Ini tentang bagaimana kamu sebenarnya tidak bisa benar-benar menjelaskan pop. Lalu kita akan bilang: saya/kamu akan tahu saat mendengar sesuatu! Lalu semuanya selesai. Oh betapa statement itu akan memudahkan semua argumen saya tentang apa yang terjadi di scene: surf-pop, bedroom-thingy, reverb, stupid jangly, sunshine/summer stuff dan betapa naifnya media melabelkan itu semua dengan indiepop -karena untuk mereka, apapun yang poppy-ish dan independent berarti indiepop. Blurph.
Apakah ini tentang menjadi Sarah? Bukan -saya bahkan tidak hapal katalog lengkap Matt/Clare. Postcard? Mmhhh.. ya sedikit. Tapi ini hanya tentang bagaimana kamu menghargai penulisan lagu, riff/hook guitar, aransemen melodi dan lirik yang jujur. Reverb kamu terlalu banyak: karena kalau kamu menghargai melodi, kamu tidak akan menaikkan level reverbnya terlalu tinggi. Atau bagaimana kamu menulis tentang summer: hem? Atau fuzz, delay box yang memfilter semua petikan satu senar, dan kamu berharap semua orang membeli karyamu yang manis dan apa adanya. Saya tidak pernah habis pikir dengan self-proclaimed pop bands dari Jogja dan afiliasi media mereka -semua, kecuali mungkin Brilliant At Breakfast. Eka! kamu harus mulai Breakfast lagi dan berhenti bermain untuk Nervous!
Saya tidak berharap kamu mengerti, saya hanya berharap ini bukan lagi tentang jangly dan reverb. Atau saya seharusnya tidak mengharapkan melodi apapun dari band kamu, kecuali sesuatu yang sangat cool. Bukankah untuk itu kita di sini? Mmhhh.. kamu mungkin di sini karena itu. Saya tidak.
Atau mungkin saya di sini hanya untuk memberitahu kamu kalau melabelkan indiepop sangatlah gampang, dan bertanggung jawab akan hal itulah yang sulit. Atau bagaimana tulisan ini bukan tentang bagaimana seharusnya pop songs ditulis, tapi lebih bahwa ini punk, dan kamu tidak bisa menjelaskan apapun: karena kamu bukan punk dan tidak akan mengerti indiepop.
.
The Westfield Mining Disaster - Everyone's So Spiteful In This Town
Apakah ini tentang menjadi Sarah? Bukan -saya bahkan tidak hapal katalog lengkap Matt/Clare. Postcard? Mmhhh.. ya sedikit. Tapi ini hanya tentang bagaimana kamu menghargai penulisan lagu, riff/hook guitar, aransemen melodi dan lirik yang jujur. Reverb kamu terlalu banyak: karena kalau kamu menghargai melodi, kamu tidak akan menaikkan level reverbnya terlalu tinggi. Atau bagaimana kamu menulis tentang summer: hem? Atau fuzz, delay box yang memfilter semua petikan satu senar, dan kamu berharap semua orang membeli karyamu yang manis dan apa adanya. Saya tidak pernah habis pikir dengan self-proclaimed pop bands dari Jogja dan afiliasi media mereka -semua, kecuali mungkin Brilliant At Breakfast. Eka! kamu harus mulai Breakfast lagi dan berhenti bermain untuk Nervous!
Saya tidak berharap kamu mengerti, saya hanya berharap ini bukan lagi tentang jangly dan reverb. Atau saya seharusnya tidak mengharapkan melodi apapun dari band kamu, kecuali sesuatu yang sangat cool. Bukankah untuk itu kita di sini? Mmhhh.. kamu mungkin di sini karena itu. Saya tidak.
Atau mungkin saya di sini hanya untuk memberitahu kamu kalau melabelkan indiepop sangatlah gampang, dan bertanggung jawab akan hal itulah yang sulit. Atau bagaimana tulisan ini bukan tentang bagaimana seharusnya pop songs ditulis, tapi lebih bahwa ini punk, dan kamu tidak bisa menjelaskan apapun: karena kamu bukan punk dan tidak akan mengerti indiepop.
.
The Westfield Mining Disaster - Everyone's So Spiteful In This Town
Posted by
tiok
2 comments:
Thursday, April 16, 2015
tidakkah kamu percaya lalala?
Coba beritahu saya satu hal saja yang menarik. Indiepop semakin dikenal sebagai sesuatu yang manis dan selalu memiliki jangly. Kompilasi shoegaze revivalist omong kosong berisi dua band favorit saya, dan tetap saja omong kosong. Kompilasi kaset shoegaze dari Anoa Records, yang entah bagaimana saya meminta Bintang untuk menyerahkan copy milik Bagus untuk Novan Indra. Band angkatan tua bernama Treasure Hiding -oh yang satu ini benar-benar menakjubkan! Rumahsakit menjadi sangat jelek -dan ini bukan karena Lemes tidak ada, atau apapun alasannya, mereka seharusnya menjadi contoh ketololan dalam sejarah musik lokal. Tapi sayangnya tidak akan. Karena kamu berpikir apa yang dilakukan Jimrod dan RMS selalu benar. Lalu kamu mengangkat tanganmu di launching album timeless dan bernyanyi riang untuk pop kinetik. Pure Saturday harus berterima kasih untuk dirilisnya timeless sehingga grey bukan album yang begitu buruk.
Kamu percaya pada bukan-orang-yang-jahat, tapi salah. Bayangkan bila rantainya berkarat dan dibiarkan begitu saja. Scene ini menjadi bau.
Haruskah kamu percaya semua review webzine yang menarik antusias musik lokal dan menjual semua konsepnya untuk iklan? Haruskah kamu percaya semua promosi twitter buzz yang diposting setiap jam? Haruskah kamu percaya kalau musik yang direkam mewah adalah musik yang baik? Haruskah kamu percaya pada semua gimmick marketing dengan semua pricey-vinyl-reissue? Haruskah kamu percaya tag lo-fi?
Semua band baru harus berhenti mengharapkan pujian dan komentar dari semua orang yang dianggap punya peranan. Mereka hanya orang tua, dan mereka suka bohong, dan hanya mau kamu terus mencium pantat mereka. Kamu harus percaya lalala. Oh, dan coba baca We Cry Alone atau Those Boys Think You Are Boring -kemungkinan satu-satunya zine indiepop yang dicetak dengan benar.
.
Postal Blue - The World Doesn't Need You
Kamu percaya pada bukan-orang-yang-jahat, tapi salah. Bayangkan bila rantainya berkarat dan dibiarkan begitu saja. Scene ini menjadi bau.
Haruskah kamu percaya semua review webzine yang menarik antusias musik lokal dan menjual semua konsepnya untuk iklan? Haruskah kamu percaya semua promosi twitter buzz yang diposting setiap jam? Haruskah kamu percaya kalau musik yang direkam mewah adalah musik yang baik? Haruskah kamu percaya pada semua gimmick marketing dengan semua pricey-vinyl-reissue? Haruskah kamu percaya tag lo-fi?
Semua band baru harus berhenti mengharapkan pujian dan komentar dari semua orang yang dianggap punya peranan. Mereka hanya orang tua, dan mereka suka bohong, dan hanya mau kamu terus mencium pantat mereka. Kamu harus percaya lalala. Oh, dan coba baca We Cry Alone atau Those Boys Think You Are Boring -kemungkinan satu-satunya zine indiepop yang dicetak dengan benar.
.
Postal Blue - The World Doesn't Need You
Posted by
tiok
No comments:
Monday, June 16, 2014
clubwater
Tamankota sekarang adalah Clubwater. Dan dari dulu seharusnya mereka menggunakan nama ini. Jadi Bintang tidak akan komentar. Tapi karena komentar Bintang, saya jadi lebih mau tahu soal mereka, dan hanya melalui Febri.
Tadinya, Febri mengajak Wenky untuk ikut dalam interview ini. Tapi, maaf Wenky, kamu kan punya blog sendiri!
Ada apa dengan Tamankota?
Mungkin sedang tidur panjang. Entah akan bangun lagi atau gak, saya gak bisa jawab. Saya pribadi sudah tidak merasa menjadi bagian dari Tamankota. Saya lebih bisa bersenang-senang di Clubwater. Entah kenapa! Hahaha!
Tamankota mungkin masih menjadi milik gitarisnya, yaitu Jamil. Kalaupun nanti Tamankota bangun dari tidurnya, itu pasti bukan saya. Gak tahu deh kalau Wenky dan Rega.
Biar aja Feb, gak usah lagi di Tamankota. Clubwater lebih keren! Tapi untuk songwriting, apakah masih sama? Karena untuk Happiness dan You, saya rasa Tamankota gak akan ada lagi -kalau kamu tahu maksud saya.
Kami gak keren, dan gak ingin keren. Masalah penulisan lagu memang pasti punya napas yang sama dengan Tamankota, karena saya yang mungkin banyak ambil bagian. Yah bisa dibilang Tamankota menuju kematiannya ketika saya tinggalkan. Edan! haha.
Hahah. Ya! Tapi memang kalian keren, karena kalian selalu menulis soal kejujuran, dan itulah yang saya lihat. Bagaimana kamu menjelaskan POP?
Hal-hal melankolis yang terangkum dalam paket manis. Seperti kamu melihat wajah sore yang muram dan hujan, tapi masih ingin menikmatinya dengan secangkir teh hangat di teras rumah.
Apakah keseriusan pop yang melankolis akan pernah selesai di Bandung?
Hahaha! Entahlah. Perasaan-perasaan seperti itu muncul dengan sendirinya. Entah terpengaruh sama apa, saya juga gak mengerti. Dan saya mungkin harus tetap merasa khawatir terhadap sesuatu, untuk bisa kritis dan menjaga mood di garisnya. Ah apaan sih serius gini!
Hahahah! Tapi saya memang selalu ingin hujan sore di Bandung dan minum teh di teras! Feb, Happiness dirilis -dan sebelumnya Rainbow EP juga, oleh Shiny Happy. Tidak ada label lokal yang tertarik dengan musik kamu?
Ayo kapan-kapan minum teh bareng, sambil ngobrol-ngobrol. Tapi jangan musik! Bosen! Apa pernyataan saya terdengar gay? hahaha.
Nah itu dia, mungkin di Bandung udah jarang record label atau mungkin gak ada yang tertarik dengan musik kami. Bisa jadi. Hahaha. Saya dan kawan-kawan yang lain merasa senang ketika Eko menawarkan untuk merilis musik kami.
Apa kamu mengikuti Maritime? Bagaimana sebenarnya respon scene terhadap Clubwater?
Jujur, dulu saya tidak terlalu mengikuti perkembangan scene di Bandung. Tapi saya tahu ada band-band keren rilisan Maritime, salah satunya Astrolab. Band yang buat saya tertarik untuk membentuk sebuah grup musik.
Wah, kalau itu belum tahu kayak gimana. Ambil sikap santai aja lah.
Iya, maksudnya kalau Clubwater ada di kota saya, udah pasti saya rilis! Hahah! Kalian santai banget saat live, terlebih kamu, seperti menikmati musik yang kamu mainkan sendiri. Apa yang kamu pikirkan?
Hahahaha saya kira begitu! Iya harus santai. Apalagi saat musik udah dimainkan, saya gak punya beban apa-apa. Musik saya jadikan kendaraan, dan pikiran adalah kemudinya. Saya bebas mau berkendara ke manapun saya suka. Jadi sangat-sangat menikmati!
Menurut saya, di jakarta musik yang agresif atau teknikal lebih menjual. begitupun di Bandung dengan wall of sound atau sesuatu yang terdengar gelap. Hampir tidak ada tempat untuk band pop BIASA seperti Clubwater. Benar gak?
Ya bisa dibilang begitu. Tapi saya pribadi tetap senang berada di sirkuitnya sendiri. Sedari awal memang kami hanya ingin memainkan musik yang kami suka tanpa ekspektasi berlebih. kalau suatu saat Clubwater menjadi keren, mungkin saya akan mengakhirinya. Karena bisa saja nanti kami menjadi tidak keren lagi. Hahaha.
Apa Tamankota/Clubwater band pertama kamu, Feb?
Band pertama saya dulu Blue Velvet ganti menjadi New Monday! Band cover version sih. Kalau gak salah itu tahun 2003-04 lah bareng si Dani Sungsang Lebam Telak juga dulu. Vokalisnya dulu Tamenk Perfect Angel. Tapi gak pernah main live, cuma iseng-iseng aja. Hahaha.
Jadi lagu pertama yang kamu tulis itu untuk Tamankota?
Ya betul!
Sometimes, Takanhilang, Shine atau Siklus?
Siklus! Lalu Sometimes, mentahnya oleh Jamil, saya yang terusin lirik dan patternnya.
Apa kamu kehilangan jamil saat menulis lagu untuk Clubwater?
Awalnya sih iya. Tapi mungkin saya hanya kehilangan tangan ajaibnya aja. Saya sekarang bisa terbebas dari bayang-bayangnya. Edan. Haha. Justru sekarang Wenky lah pengganti Jamil. Saya banyak bertukar pikiran sama dia.
Apa formula kamu untuk membuat sebuah perfect pop?
Formula 44 kayaknya! Hahahaha! Apa ya. Nada-nada suka muncul tiba-tiba, terus saya ikuti dan kembangkan. Paling gitu. Gak ada yang khusus.
Standard kamu, Feb! Tapi apa sebuah hook penting untuk lagu-lagu Clubwater?
Entahlah. Bagian-bagian itu secara ajaib mengalun dengan sendirinya. Jadi penting kali ya? Hahaha. Biar dihantui terus kepalanya, biar menempel tuh lagu sampai muak! Hahaha.
Apa musik yang mempengaruhi kamu untuk Clubwater? Ah, karena kalian band favorit saya, apa AGGI band favorit kamu juga?
Banyak! Sarah pasti! Luna, Galaxy 500, The Ocean Blue, Yo La Tengo, AGGI brengsek! Saya suka! Mau moshing! Hahaha!
Yes! Seharusnya Mamet suka kamu, karena dia juga penggemar The Ocean Blue! Kamu cerita soal singgungan kamu dengan scene indies, dan saya tahu kata itu populer pada masanya. Bagaimana kamu mendeskripsikan indies? Tolong jawab yang terakhir dulu sebelum kamu cerita.
Indies = celana cutbray dan britpop kali ya? Hahaha. Entahlah! Iya dulu saya sempat datang ke gigs. Mereka ada tempat khusus. Kalau Jakarta punya Poster, bandung ada Pacific Club! Adalah kebahagiaan bisa melihat langsung penampilan band-band di sana, meski gak selalu saya hadir. Hehe. Salah satunya The Bride.
Peewee?
Peewee. Saya belum sempat lihat mereka secara live. Tapi kebayang pasti asik banget tuh!
Apa yang kamu tahu soal indiepop?
Punk! Punya pola pikir yang independent!
Saya agak kecewa ketika kamu cerita soal rencana rekaman album. Di luar politik pop, saya rasa lebih seksi kalau satu band bubar setelah satu-dua single. Atau dalam skenario ini, Clubwater berhenti setelah albumnya rilis, dan kalian melakukan beberapa gig dan tour kecil dalam satu setengah tahun.
Hahaha! Kan tadi saya bilang saya mengakhirinya ketika menjadi keren!
Iya sih. Saya hanya berharap bisa menikmati Galaxy Tree sebagai single!
Rencana album yang akan kami garap ke depan hanya akan rilis dalam bentuk kaset tape dan terbatas. Setelah itu, mungkin saya akan buat project lain.
Dan Clubwater tidak ada lagi?
Mungkin. Karena saya pasti bosan. Entah kalau yang lain. Saya memilih menjadi petualang saja! Hahaha.
Kedengarannya menyenangkan! Sepertinya kita berhenti di sini. Apa kamu menikmati interviewnya?
Sangat menikmati! Pertanyaanmu indah. Saya bosan kalau ditanya genre, harapan, dsb! Hahaha!
Sesungguhnya saya lebih berharap kalau kalimat penutup kamu adalah kudos untuk AGGI.
Ah ya, AGGI udah pasti keren! Tapi lebih keren Clubwater! Tapi saya mau stagediving kalau AGGI live! Hahaha! Brengsek memang! Oh iya, kenapa artworknya cium ketek?
Aduh saya pikir gak akan ada yang tanya soal artwork itu. Saya gak tahu, Feb!
Hahaha! Oke! Udahlah tanya-tanyanya!
.
Clubwater - Happiness di soundcloud
Tadinya, Febri mengajak Wenky untuk ikut dalam interview ini. Tapi, maaf Wenky, kamu kan punya blog sendiri!
Ada apa dengan Tamankota?
Mungkin sedang tidur panjang. Entah akan bangun lagi atau gak, saya gak bisa jawab. Saya pribadi sudah tidak merasa menjadi bagian dari Tamankota. Saya lebih bisa bersenang-senang di Clubwater. Entah kenapa! Hahaha!
Tamankota mungkin masih menjadi milik gitarisnya, yaitu Jamil. Kalaupun nanti Tamankota bangun dari tidurnya, itu pasti bukan saya. Gak tahu deh kalau Wenky dan Rega.
Biar aja Feb, gak usah lagi di Tamankota. Clubwater lebih keren! Tapi untuk songwriting, apakah masih sama? Karena untuk Happiness dan You, saya rasa Tamankota gak akan ada lagi -kalau kamu tahu maksud saya.
Kami gak keren, dan gak ingin keren. Masalah penulisan lagu memang pasti punya napas yang sama dengan Tamankota, karena saya yang mungkin banyak ambil bagian. Yah bisa dibilang Tamankota menuju kematiannya ketika saya tinggalkan. Edan! haha.
Hahah. Ya! Tapi memang kalian keren, karena kalian selalu menulis soal kejujuran, dan itulah yang saya lihat. Bagaimana kamu menjelaskan POP?
Hal-hal melankolis yang terangkum dalam paket manis. Seperti kamu melihat wajah sore yang muram dan hujan, tapi masih ingin menikmatinya dengan secangkir teh hangat di teras rumah.
Apakah keseriusan pop yang melankolis akan pernah selesai di Bandung?
Hahaha! Entahlah. Perasaan-perasaan seperti itu muncul dengan sendirinya. Entah terpengaruh sama apa, saya juga gak mengerti. Dan saya mungkin harus tetap merasa khawatir terhadap sesuatu, untuk bisa kritis dan menjaga mood di garisnya. Ah apaan sih serius gini!
Hahahah! Tapi saya memang selalu ingin hujan sore di Bandung dan minum teh di teras! Feb, Happiness dirilis -dan sebelumnya Rainbow EP juga, oleh Shiny Happy. Tidak ada label lokal yang tertarik dengan musik kamu?
Ayo kapan-kapan minum teh bareng, sambil ngobrol-ngobrol. Tapi jangan musik! Bosen! Apa pernyataan saya terdengar gay? hahaha.
Nah itu dia, mungkin di Bandung udah jarang record label atau mungkin gak ada yang tertarik dengan musik kami. Bisa jadi. Hahaha. Saya dan kawan-kawan yang lain merasa senang ketika Eko menawarkan untuk merilis musik kami.
Apa kamu mengikuti Maritime? Bagaimana sebenarnya respon scene terhadap Clubwater?
Jujur, dulu saya tidak terlalu mengikuti perkembangan scene di Bandung. Tapi saya tahu ada band-band keren rilisan Maritime, salah satunya Astrolab. Band yang buat saya tertarik untuk membentuk sebuah grup musik.
Wah, kalau itu belum tahu kayak gimana. Ambil sikap santai aja lah.
Iya, maksudnya kalau Clubwater ada di kota saya, udah pasti saya rilis! Hahah! Kalian santai banget saat live, terlebih kamu, seperti menikmati musik yang kamu mainkan sendiri. Apa yang kamu pikirkan?
Hahahaha saya kira begitu! Iya harus santai. Apalagi saat musik udah dimainkan, saya gak punya beban apa-apa. Musik saya jadikan kendaraan, dan pikiran adalah kemudinya. Saya bebas mau berkendara ke manapun saya suka. Jadi sangat-sangat menikmati!
Menurut saya, di jakarta musik yang agresif atau teknikal lebih menjual. begitupun di Bandung dengan wall of sound atau sesuatu yang terdengar gelap. Hampir tidak ada tempat untuk band pop BIASA seperti Clubwater. Benar gak?
Ya bisa dibilang begitu. Tapi saya pribadi tetap senang berada di sirkuitnya sendiri. Sedari awal memang kami hanya ingin memainkan musik yang kami suka tanpa ekspektasi berlebih. kalau suatu saat Clubwater menjadi keren, mungkin saya akan mengakhirinya. Karena bisa saja nanti kami menjadi tidak keren lagi. Hahaha.
Apa Tamankota/Clubwater band pertama kamu, Feb?
Band pertama saya dulu Blue Velvet ganti menjadi New Monday! Band cover version sih. Kalau gak salah itu tahun 2003-04 lah bareng si Dani Sungsang Lebam Telak juga dulu. Vokalisnya dulu Tamenk Perfect Angel. Tapi gak pernah main live, cuma iseng-iseng aja. Hahaha.
Jadi lagu pertama yang kamu tulis itu untuk Tamankota?
Ya betul!
Sometimes, Takanhilang, Shine atau Siklus?
Siklus! Lalu Sometimes, mentahnya oleh Jamil, saya yang terusin lirik dan patternnya.
Apa kamu kehilangan jamil saat menulis lagu untuk Clubwater?
Awalnya sih iya. Tapi mungkin saya hanya kehilangan tangan ajaibnya aja. Saya sekarang bisa terbebas dari bayang-bayangnya. Edan. Haha. Justru sekarang Wenky lah pengganti Jamil. Saya banyak bertukar pikiran sama dia.
Apa formula kamu untuk membuat sebuah perfect pop?
Formula 44 kayaknya! Hahahaha! Apa ya. Nada-nada suka muncul tiba-tiba, terus saya ikuti dan kembangkan. Paling gitu. Gak ada yang khusus.
Standard kamu, Feb! Tapi apa sebuah hook penting untuk lagu-lagu Clubwater?
Entahlah. Bagian-bagian itu secara ajaib mengalun dengan sendirinya. Jadi penting kali ya? Hahaha. Biar dihantui terus kepalanya, biar menempel tuh lagu sampai muak! Hahaha.
Apa musik yang mempengaruhi kamu untuk Clubwater? Ah, karena kalian band favorit saya, apa AGGI band favorit kamu juga?
Banyak! Sarah pasti! Luna, Galaxy 500, The Ocean Blue, Yo La Tengo, AGGI brengsek! Saya suka! Mau moshing! Hahaha!
Yes! Seharusnya Mamet suka kamu, karena dia juga penggemar The Ocean Blue! Kamu cerita soal singgungan kamu dengan scene indies, dan saya tahu kata itu populer pada masanya. Bagaimana kamu mendeskripsikan indies? Tolong jawab yang terakhir dulu sebelum kamu cerita.
Indies = celana cutbray dan britpop kali ya? Hahaha. Entahlah! Iya dulu saya sempat datang ke gigs. Mereka ada tempat khusus. Kalau Jakarta punya Poster, bandung ada Pacific Club! Adalah kebahagiaan bisa melihat langsung penampilan band-band di sana, meski gak selalu saya hadir. Hehe. Salah satunya The Bride.
Peewee?
Peewee. Saya belum sempat lihat mereka secara live. Tapi kebayang pasti asik banget tuh!
Apa yang kamu tahu soal indiepop?
Punk! Punya pola pikir yang independent!
Saya agak kecewa ketika kamu cerita soal rencana rekaman album. Di luar politik pop, saya rasa lebih seksi kalau satu band bubar setelah satu-dua single. Atau dalam skenario ini, Clubwater berhenti setelah albumnya rilis, dan kalian melakukan beberapa gig dan tour kecil dalam satu setengah tahun.
Hahaha! Kan tadi saya bilang saya mengakhirinya ketika menjadi keren!
Iya sih. Saya hanya berharap bisa menikmati Galaxy Tree sebagai single!
Rencana album yang akan kami garap ke depan hanya akan rilis dalam bentuk kaset tape dan terbatas. Setelah itu, mungkin saya akan buat project lain.
Dan Clubwater tidak ada lagi?
Mungkin. Karena saya pasti bosan. Entah kalau yang lain. Saya memilih menjadi petualang saja! Hahaha.
Kedengarannya menyenangkan! Sepertinya kita berhenti di sini. Apa kamu menikmati interviewnya?
Sangat menikmati! Pertanyaanmu indah. Saya bosan kalau ditanya genre, harapan, dsb! Hahaha!
Sesungguhnya saya lebih berharap kalau kalimat penutup kamu adalah kudos untuk AGGI.
Ah ya, AGGI udah pasti keren! Tapi lebih keren Clubwater! Tapi saya mau stagediving kalau AGGI live! Hahaha! Brengsek memang! Oh iya, kenapa artworknya cium ketek?
Aduh saya pikir gak akan ada yang tanya soal artwork itu. Saya gak tahu, Feb!
Hahaha! Oke! Udahlah tanya-tanyanya!
.
Clubwater - Happiness di soundcloud
Posted by
tiok
No comments:
Saturday, April 5, 2014
aggi
Mamet adalah true popkid! Dan dia mengaplikasikan semua hal indiepop yang dia tahu dengan dasar yang benar: menjadi seorang punk. Dan dia menulis untuk Aggi.
Yang selalu mau kamu dapatkan adalah setiap materi pop yang short-real-short, sweet dan simple. Karena itu, sepertinya tugas awal dari saya, Yanu dan Rega adalah bagaimana menjaga semuanya bisa berjalan. Dan tidak usah terlalu baik, karena Mamet punya standard sendiri untuk sebuah materi yang terdengar sempurna.
Aggi dibantu oleh Bintang, yang perannya penting tidak penting. Kata Mamet: 30% musik dan 70% ketawa. Jadi itu sebenarnya tugas Bintang.
Harshpop, grindpop atau apapun, Aggi itu pop. Nanti kalau akhirnya kamu beruntung bisa mendengarkan Pinchbelly atau Spill My Blood, kamu bisa tahu sendiri.
Jadi, siapa yang akan dilempar dari jembatan kali ini? Sepertinya saya; karena saya pemain drum yang payah!
.
Aggi - Spill My Blood di soundcloud
Yang selalu mau kamu dapatkan adalah setiap materi pop yang short-real-short, sweet dan simple. Karena itu, sepertinya tugas awal dari saya, Yanu dan Rega adalah bagaimana menjaga semuanya bisa berjalan. Dan tidak usah terlalu baik, karena Mamet punya standard sendiri untuk sebuah materi yang terdengar sempurna.
Aggi dibantu oleh Bintang, yang perannya penting tidak penting. Kata Mamet: 30% musik dan 70% ketawa. Jadi itu sebenarnya tugas Bintang.
Harshpop, grindpop atau apapun, Aggi itu pop. Nanti kalau akhirnya kamu beruntung bisa mendengarkan Pinchbelly atau Spill My Blood, kamu bisa tahu sendiri.
Jadi, siapa yang akan dilempar dari jembatan kali ini? Sepertinya saya; karena saya pemain drum yang payah!
.
Aggi - Spill My Blood di soundcloud
Posted by
tiok
No comments:
Wednesday, January 15, 2014
bananas
Satu hari minggu yang cerah. Mamet, Bintang, saya dan Tommy pergi ke luar dengan dua ratus lebih cds Sing Along With Bananas yang dirilis oleh HeyHo!. Ketika Tommy yang memegang kamera memberi aba-aba ‘shoot!’ seketika itu juga kami bertiga mulai menghancurkan cd-cd tersebut. Lalu filmnya diedit oleh Aidil, lalu diupload di youtube untuk mendapatkan 500 hits.
.
Two Toast!!
Sing Along With Bananas milik Sex Sux merupakan turning point untuk HeyHo! karena mereka pergi ke manufacturer untuk melakukan replikasi –berbeda dengan rilisan single yang semuanya dikerjakan di rumah. HeyHo! mencetak seribu keping, dengan pengeluaran yang cukup besar. Mungkin bukan hal yang harus dilebih-lebihkan, tapi menurut saya, dengan antusias market yang sedemikian rendah, maka seribu cds adalah mimpi buruk.
Dan itu benar terjadi. Mamet bilang kalau dia tidak mau kehilangan kecintaannya untuk Sex Sux –setiap malam, 3-4 dus berisi Bananas menemaninya tidur, dan buat dia, melewati enam bulan malam seperti itu sudah cukup.
Saya hanya mau Deni sembuh. Sumpah. Dan ketika dia dan Melly mulai aktif rekaman dan melakukan gigs kembali, maka itu akan menjadi waktu yang menyenangkan. Miss you Deni!
.
Two Toast!!
Sing Along With Bananas milik Sex Sux merupakan turning point untuk HeyHo! karena mereka pergi ke manufacturer untuk melakukan replikasi –berbeda dengan rilisan single yang semuanya dikerjakan di rumah. HeyHo! mencetak seribu keping, dengan pengeluaran yang cukup besar. Mungkin bukan hal yang harus dilebih-lebihkan, tapi menurut saya, dengan antusias market yang sedemikian rendah, maka seribu cds adalah mimpi buruk.
Dan itu benar terjadi. Mamet bilang kalau dia tidak mau kehilangan kecintaannya untuk Sex Sux –setiap malam, 3-4 dus berisi Bananas menemaninya tidur, dan buat dia, melewati enam bulan malam seperti itu sudah cukup.
Saya hanya mau Deni sembuh. Sumpah. Dan ketika dia dan Melly mulai aktif rekaman dan melakukan gigs kembali, maka itu akan menjadi waktu yang menyenangkan. Miss you Deni!
Posted by
tiok
No comments:
Subscribe to:
Posts (Atom)