Showing posts with label mmhhh. Show all posts
Showing posts with label mmhhh. Show all posts

Tuesday, October 23, 2018

not sad, not fulfilled

satu hal: not sad, not fulfilled sebenarnya less impressive dibanding stop this madness. kamu kehilangan lirik grrrl gang yang pointless -jadi bisa diartikan sesukanya. kecuali mungkin night terrors dan guys don't read sylvia plath.

tapi sisa ep nya pun tetap sangat menyenangkan. saya bohong kalau bilang tidak mendengarkannya on repeat seminggu penuh kemarin di perjalanan berangkat-pulang kantor. atau sekali-kali play bandcampnya dengan speaker di jam 3 sore ketika semua orang sibuk kerja; tanpa ada komplain. saya tahu love song ditulis cheesy dan standard pop yang bisa dimainkan siapapun. tapi essential pop tidak pernah ada teorinya.

beruntungnya dream grrrl direkam ulang -kalau tidak salah-, dan ditaruh di track terakhir. a decent ep. dan memang harus didengar terus sepuasnya. selayaknya ep yang pendek.

saya punya cd nya dari tour bekasi mereka. walaupun kolibri taruh name-your-price di bandcamp, cd ep still is a thing!

mereka harus masih ada lima tahun lagi. dan angee harus mulai menulis lirik sekelas bathroom/thrills lagi.

.
grrrl gang - not sad, not fulfilled

Wednesday, September 12, 2018

maxillary

betapa ruginya kalau kamu melewatkan my little underground kemarin dan tidak menyaksikan penampilan perdana maxillary. errr. band yang mungkin peter take it for granted, tapi terlalu bagus untuk tidak diteruskan setidaknya untuk satu 2track single, satu ep dan album kompilasi lagi sebelum diputuskan disbanded.

belle dan ical bermain loose, peter dan 80s riffnya, dan dea bernyanyi sambil membaca lirik -not tolerable, tapi tetap punk bagaimanapun. harusnya secara visioner, siapapun bisa menilai dengan mudah: songwriting yang baik mengalahkan performance gimmick apapun. dan maxillary melakukan itu.

adi bilang kalau 80s yang seperti ini belum pernah dimainkan di lokal. saya setuju. tapi sama sekali -dengan referance bodoh- maxillary tidak terdengar seperti 80s yang saya tahu. melihat mereka seperti mendengar heavy mother-nya the tony head experience, early 90s indiepop, dan kalau peter melakukannya di awal 2000an, mungkin band ini ada di list twee.net.

kemarin, di set lima lagu mereka, saya tidak berhenti tersenyum dan bertepuk tangan keras di setiap akhir lagu. senyum saya merekah, lalu tiba-tiba sedih berpikir: bagaimana saya bisa menyampaikan euphoria ini kepada peter tanpa terdengar berlebihan?

saya melakukannya. dan sepertinya terdengar berlebihan.

.
maxillary - poster boy

Sunday, May 6, 2018

be found

ya ampun ini bagus banget. saya tidak pernah mendengarkan atsea sebelumnya dan harus melewatkan bleak tropics. tapi ini, ya ampun -sekali lagi, saya menghabiskan hari minggu mendengarkan be found berulang-ulang.

saya pikir bandnya baru saja kembali setelah press image guess-whomst-back yang mengingatkan saya kepada cover sing along with ahk, lalu tracknya dirilis sebagai the new atsea -karena kolibri bilang now we can sing it!. tapi kata daffa, lagu ini sudah direkam dari 2015. jadi kalau kamu lihat video post mereka di gignya terrorweekend di 2016 dan be found dimainkan live, kagetnya jangan terlalu dibuat-buat.

.
ATSEA - Be Found

Tuesday, May 1, 2018

elza

tidak ada perbedaan yang signifikan apakah kamu sudah mendengar elza, i'd write you a song atau belum. kalau sudah: excitementnya terlalu membuat cemas karena kamu yakin bahwa proper short noise pop masih tetap akan proper meskipun durasinya ada di atas dua menit. dan kamu tahu it's just noise and pop sudah diprinted dari 2009. dan old fan from cloudberry approved this. kalau belum: excitementnya masih terlalu mencemaskan karena tahu elza ada untuk full album yang mengikutinya.

sharesprings menyimpan banyak hal terbaik untuk paraparlor. dan beberapa teman yang ada di dalam email records -mailing list dimana sebagian rekaman shares diattached oleh yehezkiel- tahu hal itu. atau kalau kamu cukup visioner saat mendengar something soon atau prostitute dimainkan dengan tidak sempurna saat live.

hal terbaik dari menjadi seorang penggemar adalah ketika band favorit kamu akan mengeluarkan rilisan pada akhirnya setelah 2014 split maydear dan yakin kalau trush! hanya warm-up demo, jadi tidak masuk hitungan -it's still a bomb though.

saya beruntung pernah jadi bagian dari shares. tapi di sisi lain tidak merasa seberuntung itu karena tahu bagaimana ardhi tidak bisa dipaksa, dan tidak pernah merasakan dorongan artistik seperti band lainnya, jadi kadang saya harus mengerti lebih dalam lagi tentang apa yang ada di pikirannya.

jadi, jari kamu harus tetap disilangkan kalau kamu tahu elza tidak sedemikian layaknya single teaser, dan paraparlor segera keluar adalah harapan, dan tour kecil untuk itu adalah mimpi.

.
sharesprings - elza, i'd write you a song

Sunday, April 29, 2018

the lousy pop group

band apa yang masih menulis seperti the lousy pop? kemungkinan besar adalah the silent love. tapi dengan reference yang buruk dan kemalasan yang besar untuk digging, jawabannya bisa juga: tidak ada. early 90s indiepop yang merayakan jangly dengan medium beat bassline dan yang terpenting adalah liriknya yang naif -maaf.

mungkin eko mencoba untuk menulis seperti malcolm atau 91 major john single dengan muatan lokal. baru-baru ini mamet dan saya membahas musik mereka dan tiba-tiba berpikir kalau the lousy pop menjadi terlalu potlot karena judul-judul lagunya yang eksplisit. tapi mungkin kami hanya bodoh saja -atau hanya saya sendiri. lagipula siapa yang kenal major john? di sini, yang kita kenal adalah basuki tjahaja purnama yang bermata sipit. atau siapa yang pernah naik pernah kereta ke kota utopis anorak? ketika setiap pagi kereta kamu berangkat menuju tanah abang. morning train to tanah abang adalah the girl from ciputat dengan romantisme yang berbeda. jadi eko seperti menggambarkan kondisi lokal sehari-hari, tapi bukan dengan sensitifitas blues, melainkan indiepop. errr. ini indiepop! which never meant to be at-all your catchy-wise!

weekend kemarin, di rsd tangerang -jangan tanya kenapa saya ada di sana-, untuk kedua kalinya saya melihat mereka main live. acaranya buruk, tapi output soundnya cukup baik. dengan formasi berbeda -gitarisnya punya postur seperti zipper's david-, set 20-25 menit mereka sangat sempurna. entah siapa yang juga memperhatikan, tapi repertoirenya dimainkan dengan baik sekali. senang sekali saat itu. di tengah-tengah dansa kecil, saya berpikir kenapa indiepop lokal kehilangan ini semua. beberapa ingin menjadi trendy dan hype. beberapa hanya ingin memainkan ukulele lalu menjadi seslacker mungkin tapi gagal mendekati jacob borshard. beberapa ingin mendapatkan hype dan fame dan lupa kalau menjadi famous tidak menginspirasi sedikitpun dibanding menjadi jujur.

sampai sekarang, the lousy pop group masih melakukan single/split/dan kompilasi. mudah-mudahan eko cukup produktif untuk mendokumentasikan semuanya di satu album. atau mungin membuat ep baru.

.
THE LOUSY POP GROUP - The Ballad Of A Powerful Antagonist
the wake - lousy pop group
THE LOUSY POP GROUP - Morning Train To Tanah Abang

Wednesday, April 25, 2018

superblaster

saya tidak percaya shoegaze. tapi saya tahu apa yang saya dengar ketika diberitahu kalau ini shoegaze dan itu bukan. dan the milo mendekati shoegaze pun tidak. jadi kamu tahu kan maksudnya?

superblaster akhirnya rilis. damascus melakukannya dengan sangat baik. saya tidak peduli engineer dibalik rekamannya, karena shoegaze atau bukanpun, songwriting selalu yang utama -CT boss confirmed-. saya masih mendengarnya lewat spotify -karena peter cinta platform sampah ini-, rilisnya juga terasa menyedihkan karena harus bersamaan dengan hype rsd jakarta. tapi saya selalu bilang, bahkan ke peter, kalau damascus lebih besar dari itu. ketika peter bilang 'siapa coba yang mau denger damascus?', sesi pre-order bahkan memperburuk pernyataan tidak penting tersebut. dengan semua kesombongan saya yang nihil untuk damascus, akhirnya spotify menjadi penting.

kalau kamu pernah lihat damascus main, kamu tahu peter bukan penyanyi yang baik yang anehnya terdengar di rekamannya dan/tapi membuat superblaster terdengar tidak bisa lebih sempurna lagi dari ini -untuk romantisme dan pop. slightest masih favorit saya sampai kapanpun karena liriknya naif. tapi senang sekali akhirnya bisa mendengar between your lips dan membukanya dengan painted road adalah keputusan yang biasa saja namun berpengaruh besar bila terjadi sebaliknya.

mengutip 'dasar anak manja!' yang ditulis andri di liner notes, superblaster harusnya jadi contoh -untuk produksi, bukan promosi dan bukan standard karena standarisasi adalah kapitalis-, rilisan pop shoegaze untuk tidak hanya mengandalkan overrated wall of sound yang dibantu digital synth / packaging yang berlebihan / promo yang berulang-ulang / hingga description write-up yang bohong. sesungguhnya, bila kamu memahami hal ini, kamu akan melihat shoegaze menjadi sangat menjijikkan.

saya tidak akan melakukan review lagu ke lagu karena itu terlalu bodoh. buat apa kamu punya telinga kalau cuma selalu mendengarkan apa yang orang lain bilang.

.
DAMASCUS - between your lips / slightest

saya baru sadar anoa update di bandcamp. lagipula, soal spotify ada benarnya juga kan.

Thursday, December 14, 2017

out of line

classic boyandgirl pop formula dan musik bedchamber tidak berubah untuk arti yang bahkan lebih baik. senangnya bisa mendengar suara dan lirik ratta dengan jelas. dan saya tidak percaya kalau rega pernah ada di aggi. blurph. mereka akan terdengar seperti kip dan goma membawakan kelly di pandora session saat out of line dimainkan live.

setelah perennial, saya tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan apa-apa lagi dari bedchamber. bahkan saat direkomendasikan portside sekalipun. tapi ini hal terbaik yang ada di luar ekspektasi setelah chasing pony.

mudah-mudahan ini bisa mewakili geography keseluruhan nanti sehingga kolibri berhasil kembali setelah stop this madness. not a hardcore supporter. i'm a fair one.

.
Bedchamber - Out of Line

Monday, October 2, 2017

i am you

edo adalah ken sweeney. saya tahu saya punya referensi yang buruk saat membandingkan sesuatu. tapi ketika pertama kali mendengar same old fear perasaannya sama seperti pertama kali mendengar understand, maka mendengar i am you perasaannya sama seperti pertama kali mendengar it never crossed your mind. lagi-lagi brian. tapi pernahkah kamu mendengar satu lagu, lalu seperti mau menangis tapi juga gembira di saat yang sama?

i am you ditulis dengan sempurna. kamu tahu lagu ini begitu indah saat kamu ingin mendengar crossing down the line of the old set anew / we were played by the crowd / they cant comprehend berulang-ulang. lalu play-limit bandcamp nya selesai dan pindah ke soundcloud.

meadow memberi tahu tentang makna lagunya yang seharusnya tidak pernah dijelaskan karena saya akan tetap memainkannya untuk seorang perempuan. mudah-mudahan saya punya copy 7inch nya nanti untuk tidak pernah saya putar.

.
secret meadow - i am you

Monday, September 18, 2017

chasing pony

kalau kamu belum dengar chasing pony, maka keharusannya seperti bagaimana machoisme sesegera mungkin harus dimusnahkan dari rock n roll. materinya terlalu bagus. dan kamu harus tahu kalau semua penulisan pop harus ditulis sesempurna ini. bahkan sebenarnya semua penulisan indierock harus didekatkan sesensitif heavy mother nya the tony head experience. dan kalau kamu pernah lihat anida main bass sambil bernyanyi, kamu tahu dia bukan indie darling.

peter harusnya sudah mulai percaya diri dengan apa yang dia lakukan saat yang sama kamu sudah bisa melupakan sepuluh tahun damascus tanpa rilisan apapun kecuali kompilasi yang dipaksakan. peter harus mulai memprioritaskan sugarsting, merekam banyak materi dan mulai tour. dan dengan penulisan yang terlalu pop untuk band ini, dia tidak perlu lagi menambahkan dalam kurung demo seperti slightest di holy noise. karena saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana pony bisa lebih sempurna lagi.

.
sugarsting - CHASING PONY

flu. dan saya seperti sudah terlalu banyak menulis untuk popcore atau akan untuk o pamela ke depannya. belakangan saya berpikir untuk menyelesaikan blog ini. dan hanya akan menghabiskan waktu membaca Did Not Chart.

Thursday, July 7, 2016

poptastic!

saya hanya tahu poptastic! seperti one-man run indiepop club dan adalah sutuq. tapi dia menghilang saat baru sekali saya melakukan kontak.
sekarang sutuq kembali, saya seperti tidak bisa untuk tidak melakukan interview yang beberapa kali dia jawab dengan mengatasnamakan 'kami'. tapi siapa yang lain, saya tidak pernah berniat tahu. lagipula ini bukan riset sejarah.

saya selalu tahu poptastic! adalah indiepop club di bandung. sebelum akhirnya kamu memposting rilisan lama di bawah nama yang sama. bagaimana semuanya dimulai?

betul sekali. kala itu sederhana aja sih, saya ingin membuka telinga teman teman bahwa selain britpop ada juga yang lain. karena kebetulan saya sempat berdomisili di hamburg, jerman, terpikirlah untuk bikin kompilasi obscure pop bands yang berasal dari jerman. jadilah rilisan pertama poptastic! yang berjudul tonista supadupa freshpop german pop compilation. saya lupa, entah berapa rilisan kaset pada saat itu.
sebetulnya kami juga sempat merilis kompilasi bootleg yang bermuatan bands seperti, spearmint, blueboy, chapterhouse, red sleeping beauty, belle and sebastian yang kala itu (tahun 2000) masih hanya bisa terakses oleh segelintir orang saja.
seiring berjalan nya waktu, ditandai munculnya bands lokal yang mulai out of the box (box=britpop) seperti blossom diary, the sweaters dan lain sebagainya, timbul pula keinginan untuk lebih memperkenalkan band-band lokal tersebut. kami pun merilis untuk yang kedua kali kompilasi band lokal yang bertajuk delicatessen. fisiknya kaset dan hanya sekitar 150 pcs yang kami jual karena keterbatasan kemampuan.
kurang lebih begitulah semuanya bermula. terlalu naif kalau seandainya saya bilang, saya tidak mempunyai rasa riya ketika melakukan itu semua. hahahah.

ah ya. saya menyadari postingan kamu tentang jerman. apakah indiepop club nya juga mulai di hamburg? apa saat itu label firestation sudah ada? apa hamburg dan berlin kota yang berdekatan? berlin punya arti yang lumayan dalam untuk saya dan adi!

yang saya mulai sebetulnya di indonesia, bandung januari 2000. yang punya gagasan soulmate saya, nhanha a.k.a nishkra. kala itu kita berkoordinasi via mIRC, haha, #dreampop tepatnya. saya di hamburg, nhanha di melbourne. sampai sekarang kami berteman baik, dan hal seperti ini lah yang saya harapkan ketika musik jadi jembatan atau sebab timbulnya hubungan baik buat para pelakunya.
setelah poptastic! yang pertama saya pun kembali ke hamburg dengan sejuta good nostalgia dari bandung dan jakarta. melalui PPI (Pesatuan Pelajar Indonesia) hamburg, saya pun meng-arrange poptastic! indiepop club versi hamburg. ketika itu christian sugiono yang mengusahakan kita bisa memakai bar yang ada di asrama tempat dia tinggal. berlangsunglah poptastic! versi hamburg dengan cukup seru karena kebanyakan yang memenuhi dancefloor adalah bule jerman. ah sudah lah ini hanya ingin share aja pengalaman baik saya di hamburg. bahkan akhirnya saya ditawari jadi song selecter reguler di sebuah bar di distrik st. pauli hamburg oleh seseorang yang hadir di acara poptastic! versi hamburg. kala ini lah saya sekali-kalinya bisa menghasilkan uang dari hobby saya meski gak seberapa.
firestation saat itu sudah ada, cuma release-an nya masih bisa dihitung dengan jari. jujur saya langsung jatuh cinta dengan release-an label uwe weigmann ini. saya lebih banyak berinteraksi dengan marsh-marigold yang memang label hamburg, dan jörg winzer dengan mind the gap mailordernya sebagai pemasok release-an indiepop dari seluruh dunia.
sebetulnya saya punya hubungan yang baik dengan firestation. beberapa gig yang mereka bikin sempet saya hadiri, bahkan menginap di tempat mereka. entah kenapa meskipun hanya didasari menyukai musik yang kurang lebih sama, orang tuh secara tiba tiba bisa sangat baik sekali secara hubungan sosial.
hamburg - berlin paling hanya 3 jam perjalanan naik kereta. dan berlin sangat multi rasial, scene musik yang berkembangnya pun sangat berbeda-beda. jujur bagi saya jerman tuh sangat minoritas sekali indiepop scenenya. makanya mungkin ketika seseorang bertemu sesama penyuka indiepop, senang banget kali yah. hahaha.

ih saya benci mengatakannya, tapi kamu living legend! saat poptastic! kedua musik blossom diary sudah didengar di jerman?

no no no. saya mungkin kebetulan berumur lebih tua dan kebetulan lagi berada deket dengan source.
sayangnya belum, karena album mereka belum kelar saat itu. namun yang saya dengar, keberadaan poptastic! yang pertama dengan lanjutan kisahnya lah yang mengilhami lahirnya blossom diary, satu band yang benar benar out of the box kala itu. at least menurut saya.

di 2009-2010 kamu mulai menghilang. saya ingat kita sempat chat soal single beach weds. tapi setelah itu kamu benar-benar menghilang. kenapa?

kalau gak lupa, saya sempet keluar sekali di tahun 2010, acara poptastic! di paris van java yang di-arranged sama marine dkk, yang akhirnya kami sadari bahwa itu sebuah kesalahan. hahahahhah. dan iya, saya ingat ada yang tag single beach weds di facebook saya.
di masa itu masalah sedang banyak banyaknya. urusan keluarga. saya harus prioritaskan keluarga. malah sempat berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan di mana saat itu saya harus selalu berada. sampai akhir tahun 2015, timbul kerinduan akan hal-hal yang sempat saya pikir untuk saya lupakan, tapi honestly, gak bisa.
waktu saya betul-betul menghilang, saya mencoba mengalihkan hobby saya ke dunia yang juga ternyata bukan saya banget. bersosialisasi dan mencoba melebur diri dengan komunitas motor trail di daerah saya tinggal, soreang. dan ternyata akhirnya timbul perdebatan batin antara kepedulian saya dengan lingkungan sama ego saya yang saat itu senang main motor di hutan.
hal baik yang saya dapat alhamdulillah banyak, sebelum akhirnya saya mulai sangat mengurangi kegiatan bermotor merusak alamnya. saya mendapat banyak sudut pandang hidup dari mereka yang tinggal di pegununungan, yang alhamdulillah saya juga bisa dengan sangat baik berinteraksi dengan mereka, bahkan merasa seperti mempunyai keluarga baru.

apa yang waktu itu kamu dengarkan saat motor trail di hutan?

gak ada. suara alam dan landscape cukup refreshing saat itu. hanya saja dari teman sejawat yang putar lagu-lagu dangdut koplo, pop sunda dan the rolling stone terkadang demi kebersamaan saya dengar juga.

hahah. kenapa kamu berpikir poptastic! 2010 adalah kesalahan?

hmm.. ternyata hanya jadi batu loncatan buat segelintir orang oportunis yang sialnya berpendapat bahwa poptastic! adalah sebuah produk yang layak jual. tapi ini pernyataan buruk sangka saya aja sih. hahahah.

oportunis #goahead?

muaranya ke situ. meskipun saya seorang perokok, kurang bijaksana rasanya kalau tetap jadi bagian dari propaganda rokok. tapi ketika yang dipakai alasan adalah perut, ya go ahead lah, gadaikan tuh semua atribut nya, indiepop, indie, arus pinggir apapun lah itu namanya. halal kok jadinya kalau dipakai buat nafkah hidup. hahahah.

yang masalah adalah ketika kamu menjual indiepop dengan menaruh bands di bill tapi tidak membayar mereka sesuai budget/keuntungan yang kamu terima.

itu masalah selanjutnya kalau pendapat saya. first, ketika orang bawa nama indiepop or indie or apapun namanya disandingkan dengan corporate, rokok apalagi, itu sudah masalah menurut saya. intinya, sebesar apa pun uang yang dikasih mereka untuk support, tetap gak sebanding dengan dampak jangka panjang dari propaganda mereka tentang rokok.
sekali-sekali kita boleh dong sok smart. even FormulaGP dan motoGP sudah gak pakai sponsor rokok, itu artinya dampak buruknya tidak sebanding dengan support mereka. hahahah sok tahu ya saya.
dilanjut dengan apa yang kamu bilang di atas bahwa bill nya dibayar tidak sesuai dengan uang yang 'mereka' dapat, apakah masih kurang cukup alasan untuk menolak?

balik ke poptastic! sebagai indiepop club. berapa kali acaranya pernah dibuat?

persisnya saya juga gak ingat. yang cukup besarnya indie weekender tahun 2000, do you remember the first time 2002, yang ketiga tahun 2004. kami juga sempat bikin gig rada gelap bertajuk loveless di tahun 2002.
indiepop club yang reguler hampir setiap bulan berapa kali persisnya saya lupa. yang jelas di tahun 2002 sampai akhir 2003 akhir, tempatnya di amsterdam cafe, jalan braga bandung, dan sempat juga di buqiet cafe bandung.
oh ya, kami juga pernah bikin sekali di jakarta, saya lupa tempatnya yang jelas di pusat. parkit kalau gak salah.
tema indiepop club nya juga selalu berubah ubah, berusaha untuk lebih detail, bahkan kami pun sempet berkolaborasi dengan komunitas punk bandung saat itu.
apapun namanya dan apapun yang telah kami lakukan hanya dengan dasar kesukaan, yang secara finasial jauh dari untung. saat itu yang kepikiran hanya fun dan bikin sesuatu yang menyenangkan buat kami.
kecuali poptastic! yang pertama, kami selalu berusaha nyisipin band yang punya materi lagu sendiri untuk main. mocca, the milo, blossom diary, the sweaters, rumah sakit, cmon lennon, bahkan teenage deathstar pernah main di acara kami.
selanjutnya, poptastic! yang pernah ada setelah yang saya sebut di atas, bukan kami yang bikin.

bukan kalian yang buat? maksudnya dikasih ke orang lain acaranya?

iya. tapi sudahlah.

sekarang kamu kembali. apakah indiepop still at heart? apa kamu sadar band-band yang ada sekarang semua punya sound yang sama?

still at heart gak yah? hahahah. nilai yang saya berusaha terapkan dalam hati saya dari istilah indiepop adalah kejujuran nya aja sih. jenuh saya dengan kata indiepop dan polemiknya.
saya bukan seorang kritisi musik. apa yang saya dengar enak di telinga dan menghibur buat saya, saya dengarkan. seandainya terdengar sound nya sama, saya juga gak begitu peduli sih. apalagi di indonesia, sebuah negeri di mana sejak dini manusia dilatih untuk 'berseragam'. seandainya pun ingin beda, ya semua 'seragam' ingin beda.
terlalu sulit juga buat keluar dari pattern yang pernah ada. dan dasar ketertarikan saya juga sudah ada patokan.

dasar ketertarikan kamu sudah ada patokan? referensi maksudnya?

iya, gak jauh dari indiepop -as genre, twee, shoegaze, dreampop blablabla, khusus ketika saya sebagai subject yang memutar untuk saya nikmati.

kamu harus memulai indiepop club nya lagi.

sepertinya sudah gak perlu lagi bikin indiepop club lagi. source sudah mudah didapat, siapapun could be a song selecter, kecuali kalau harus vinyl. mungkin indiepop jadi milik beberapa gelintir orang saja koleksi vinyls. seandainya dianggap perlu diadain lagi, hanya untuk tujuan silaturahmi.
dulu diadainnya poptastic! indiepop club selain hedonism dan riya, ada niat baik untuk share ke yang mungkin punya selera kuping yang sama dan mempererat silaturahmi sih.
buat saya pribadi, apapun yang pernah saya bikin in the name of indiepop, alhamdulillah banyak hikmahnya. apalagi awalnya banyak sekali teman baru, namun sejalan waktu dan seleksi alam lambat laun mulai keliatan siapa yang true friends dan siapa yang hanya sekedar menganggap saya batu loncatan dan katakanlah butuh informasi dari saya. anggaplah saya dalam hal ini belagu. betul kata the whistling possum, indie kids are getting worse. :p

.
Skint & Demoralised - You Probably Don't even Realise When You Do The Things I Love the Most

Monday, June 16, 2014

clubwater

Tamankota sekarang adalah Clubwater. Dan dari dulu seharusnya mereka menggunakan nama ini. Jadi Bintang tidak akan komentar. Tapi karena komentar Bintang, saya jadi lebih mau tahu soal mereka, dan hanya melalui Febri.
Tadinya, Febri mengajak Wenky untuk ikut dalam interview ini. Tapi, maaf Wenky, kamu kan punya blog sendiri!

Ada apa dengan Tamankota?

Mungkin sedang tidur panjang. Entah akan bangun lagi atau gak, saya gak bisa jawab. Saya pribadi sudah tidak merasa menjadi bagian dari Tamankota. Saya lebih bisa bersenang-senang di Clubwater. Entah kenapa! Hahaha!
Tamankota mungkin masih menjadi milik gitarisnya, yaitu Jamil. Kalaupun nanti Tamankota bangun dari tidurnya, itu pasti bukan saya. Gak tahu deh kalau Wenky dan Rega.

Biar aja Feb, gak usah lagi di Tamankota. Clubwater lebih keren! Tapi untuk songwriting, apakah masih sama? Karena untuk Happiness dan You, saya rasa Tamankota gak akan ada lagi -kalau kamu tahu maksud saya.

Kami gak keren, dan gak ingin keren. Masalah penulisan lagu memang pasti punya napas yang sama dengan Tamankota, karena saya yang mungkin banyak ambil bagian. Yah bisa dibilang Tamankota menuju kematiannya ketika saya tinggalkan. Edan! haha.

Hahah. Ya! Tapi memang kalian keren, karena kalian selalu menulis soal kejujuran, dan itulah yang saya lihat. Bagaimana kamu menjelaskan POP?

Hal-hal melankolis yang terangkum dalam paket manis. Seperti kamu melihat wajah sore yang muram dan hujan, tapi masih ingin menikmatinya dengan secangkir teh hangat di teras rumah.

Apakah keseriusan pop yang melankolis akan pernah selesai di Bandung?

Hahaha! Entahlah. Perasaan-perasaan seperti itu muncul dengan sendirinya. Entah terpengaruh sama apa, saya juga gak mengerti. Dan saya mungkin harus tetap merasa khawatir terhadap sesuatu, untuk bisa kritis dan menjaga mood di garisnya. Ah apaan sih serius gini!

Hahahah! Tapi saya memang selalu ingin hujan sore di Bandung dan minum teh di teras! Feb, Happiness dirilis -dan sebelumnya Rainbow EP juga, oleh Shiny Happy. Tidak ada label lokal yang tertarik dengan musik kamu?

Ayo kapan-kapan minum teh bareng, sambil ngobrol-ngobrol. Tapi jangan musik! Bosen! Apa pernyataan saya terdengar gay? hahaha.
Nah itu dia, mungkin di Bandung udah jarang record label atau mungkin gak ada yang tertarik dengan musik kami. Bisa jadi. Hahaha. Saya dan kawan-kawan yang lain merasa senang ketika Eko menawarkan untuk merilis musik kami.

Apa kamu mengikuti Maritime? Bagaimana sebenarnya respon scene terhadap Clubwater?

Jujur, dulu saya tidak terlalu mengikuti perkembangan scene di Bandung. Tapi saya tahu ada band-band keren rilisan Maritime, salah satunya Astrolab. Band yang buat saya tertarik untuk membentuk sebuah grup musik.
Wah, kalau itu belum tahu kayak gimana. Ambil sikap santai aja lah.

Iya, maksudnya kalau Clubwater ada di kota saya, udah pasti saya rilis! Hahah! Kalian santai banget saat live, terlebih kamu, seperti menikmati musik yang kamu mainkan sendiri. Apa yang kamu pikirkan?

Hahahaha saya kira begitu! Iya harus santai. Apalagi saat musik udah dimainkan, saya gak punya beban apa-apa. Musik saya jadikan kendaraan, dan pikiran adalah kemudinya. Saya bebas mau berkendara ke manapun saya suka. Jadi sangat-sangat menikmati!

Menurut saya, di jakarta musik yang agresif atau teknikal lebih menjual. begitupun di Bandung dengan wall of sound atau sesuatu yang terdengar gelap. Hampir tidak ada tempat untuk band pop BIASA seperti Clubwater. Benar gak?

Ya bisa dibilang begitu. Tapi saya pribadi tetap senang berada di sirkuitnya sendiri. Sedari awal memang kami hanya ingin memainkan musik yang kami suka tanpa ekspektasi berlebih. kalau suatu saat Clubwater menjadi keren, mungkin saya akan mengakhirinya. Karena bisa saja nanti kami menjadi tidak keren lagi. Hahaha.

Apa Tamankota/Clubwater band pertama kamu, Feb?

Band pertama saya dulu Blue Velvet ganti menjadi New Monday! Band cover version sih. Kalau gak salah itu tahun 2003-04 lah bareng si Dani Sungsang Lebam Telak juga dulu. Vokalisnya dulu Tamenk Perfect Angel. Tapi gak pernah main live, cuma iseng-iseng aja. Hahaha.

Jadi lagu pertama yang kamu tulis itu untuk Tamankota?

Ya betul!

Sometimes, Takanhilang, Shine atau Siklus?

Siklus! Lalu Sometimes, mentahnya oleh Jamil, saya yang terusin lirik dan patternnya.

Apa kamu kehilangan jamil saat menulis lagu untuk Clubwater?

Awalnya sih iya. Tapi mungkin saya hanya kehilangan tangan ajaibnya aja. Saya sekarang bisa terbebas dari bayang-bayangnya. Edan. Haha. Justru sekarang Wenky lah pengganti Jamil. Saya banyak bertukar pikiran sama dia.

Apa formula kamu untuk membuat sebuah perfect pop?

Formula 44 kayaknya! Hahahaha! Apa ya. Nada-nada suka muncul tiba-tiba, terus saya ikuti dan kembangkan. Paling gitu. Gak ada yang khusus.

Standard kamu, Feb! Tapi apa sebuah hook penting untuk lagu-lagu Clubwater?

Entahlah. Bagian-bagian itu secara ajaib mengalun dengan sendirinya. Jadi penting kali ya? Hahaha. Biar dihantui terus kepalanya, biar menempel tuh lagu sampai muak! Hahaha.

Apa musik yang mempengaruhi kamu untuk Clubwater? Ah, karena kalian band favorit saya, apa AGGI band favorit kamu juga?

Banyak! Sarah pasti! Luna, Galaxy 500, The Ocean Blue, Yo La Tengo, AGGI brengsek! Saya suka! Mau moshing! Hahaha!

Yes! Seharusnya Mamet suka kamu, karena dia juga penggemar The Ocean Blue! Kamu cerita soal singgungan kamu dengan scene indies, dan saya tahu kata itu populer pada masanya. Bagaimana kamu mendeskripsikan indies? Tolong jawab yang terakhir dulu sebelum kamu cerita.

Indies = celana cutbray dan britpop kali ya? Hahaha. Entahlah! Iya dulu saya sempat datang ke gigs. Mereka ada tempat khusus. Kalau Jakarta punya Poster, bandung ada Pacific Club! Adalah kebahagiaan bisa melihat langsung penampilan band-band di sana, meski gak selalu saya hadir. Hehe. Salah satunya The Bride.

Peewee?

Peewee. Saya belum sempat lihat mereka secara live. Tapi kebayang pasti asik banget tuh!

Apa yang kamu tahu soal indiepop?

Punk! Punya pola pikir yang independent!

Saya agak kecewa ketika kamu cerita soal rencana rekaman album. Di luar politik pop, saya rasa lebih seksi kalau satu band bubar setelah satu-dua single. Atau dalam skenario ini, Clubwater berhenti setelah albumnya rilis, dan kalian melakukan beberapa gig dan tour kecil dalam satu setengah tahun.

Hahaha! Kan tadi saya bilang saya mengakhirinya ketika menjadi keren!

Iya sih. Saya hanya berharap bisa menikmati Galaxy Tree sebagai single!

Rencana album yang akan kami garap ke depan hanya akan rilis dalam bentuk kaset tape dan terbatas. Setelah itu, mungkin saya akan buat project lain.

Dan Clubwater tidak ada lagi?

Mungkin. Karena saya pasti bosan. Entah kalau yang lain. Saya memilih menjadi petualang saja! Hahaha.

Kedengarannya menyenangkan! Sepertinya kita berhenti di sini. Apa kamu menikmati interviewnya?

Sangat menikmati! Pertanyaanmu indah. Saya bosan kalau ditanya genre, harapan, dsb! Hahaha!

Sesungguhnya saya lebih berharap kalau kalimat penutup kamu adalah kudos untuk AGGI.

Ah ya, AGGI udah pasti keren! Tapi lebih keren Clubwater! Tapi saya mau stagediving kalau AGGI live! Hahaha! Brengsek memang! Oh iya, kenapa artworknya cium ketek?

Aduh saya pikir gak akan ada yang tanya soal artwork itu. Saya gak tahu, Feb!

Hahaha! Oke! Udahlah tanya-tanyanya!

.
Clubwater - Happiness di soundcloud

Saturday, April 5, 2014

aggi

Mamet adalah true popkid! Dan dia mengaplikasikan semua hal indiepop yang dia tahu dengan dasar yang benar: menjadi seorang punk. Dan dia menulis untuk Aggi.

Yang selalu mau kamu dapatkan adalah setiap materi pop yang short-real-short, sweet dan simple. Karena itu, sepertinya tugas awal dari saya, Yanu dan Rega adalah bagaimana menjaga semuanya bisa berjalan. Dan tidak usah terlalu baik, karena Mamet punya standard sendiri untuk sebuah materi yang terdengar sempurna.
Aggi dibantu oleh Bintang, yang perannya penting tidak penting. Kata Mamet: 30% musik dan 70% ketawa. Jadi itu sebenarnya tugas Bintang.

Harshpop, grindpop atau apapun, Aggi itu pop. Nanti kalau akhirnya kamu beruntung bisa mendengarkan Pinchbelly atau Spill My Blood, kamu bisa tahu sendiri.

Jadi, siapa yang akan dilempar dari jembatan kali ini? Sepertinya saya; karena saya pemain drum yang payah!
.
Aggi - Spill My Blood di soundcloud

Wednesday, January 15, 2014

bananas

Satu hari minggu yang cerah. Mamet, Bintang, saya dan Tommy pergi ke luar dengan dua ratus lebih cds Sing Along With Bananas yang dirilis oleh HeyHo!. Ketika Tommy yang memegang kamera memberi aba-aba ‘shoot!’ seketika itu juga kami bertiga mulai menghancurkan cd-cd tersebut. Lalu filmnya diedit oleh Aidil, lalu diupload di youtube untuk mendapatkan 500 hits.
.
Two Toast!!

Sing Along With Bananas milik Sex Sux merupakan turning point untuk HeyHo! karena mereka pergi ke manufacturer untuk melakukan replikasi –berbeda dengan rilisan single yang semuanya dikerjakan di rumah. HeyHo! mencetak seribu keping, dengan pengeluaran yang cukup besar. Mungkin bukan hal yang harus dilebih-lebihkan, tapi menurut saya, dengan antusias market yang sedemikian rendah, maka seribu cds adalah mimpi buruk.

Dan itu benar terjadi. Mamet bilang kalau dia tidak mau kehilangan kecintaannya untuk Sex Sux –setiap malam, 3-4 dus berisi Bananas menemaninya tidur, dan buat dia, melewati enam bulan malam seperti itu sudah cukup.

Saya hanya mau Deni sembuh. Sumpah. Dan ketika dia dan Melly mulai aktif rekaman dan melakukan gigs kembali, maka itu akan menjadi waktu yang menyenangkan. Miss you Deni!